Amerika akan melarang Rakyatnya pergi ke Korea Utara

Berita Terupdate Dunia Koryo Tours dan Young Pioneer Tours mengatakan Pelarangan akan diumumkan pada tanggal 27 Juli mendatang dan akan terrealisasikan 30 hari setelah pengumuman. Sedangkan Amerika belum memberikan konfirmasi terhadap informasi yang diberikan. Young Pioneer Tours adalah agen yang membawa mahasiswa Amerika Serikat Otto Warmbier ke Korea Utara. Dia kemudian di tangkap dan dipenjara selama 15 tahun, tetapi kemudian dibalikkan ke Amerika Serikat dalam keadaan koma di bulan Juni  dan meninggal seminggu kemudian.

Perusahaan berbasis China mengumumkan bahwa tidak akan lagi menerima tamu dari negara Amerika Serikat. Pertanayaan yang muncul setela itu adalah

  • Bagaimana Kerasnya Kehidupan Penjara di Korea Utara?
  • Bagaimana Liburan Otto Warmbier’s akhirnya membawa dia ke kematiaannya?
  • Apakah berbahaya untuk mengunjungi Korea Utara?
  • Ekonomi Korea Utara berkembang paling cepat dalam 17 tahun ini

Sebuah Pernyataan baru dikeluarkan hari jumat dengan pernyataan sebagai berikut: ” Kita baru saja diberitahu bahwa pemerintah Amerika akan melarang rakyatnya untuk pergi ke Korea Utara.”  ” Pelarangan itu akan diaktifkan 30 hari setelah 27 Juli, Setelah 30 hari itu passpor warga Amerika yang berangkat ke Korea Utara  tidak akan disahkan oleh pemerintah”

Kelonggaran

Rowan Beard seorang agen dari Pioneer Tours mengatakan kepada wartawan bahwa perusahaan yang telah diberitahukan oleh Kedutaan Swedia, dimana yang mengawasi  perkara warga Amerika di Korea Utara. Kedutaan tersebut mencoba untuk memriksa jumlah Turis Amerika yang meninggalkan Korea Utara. Tuan Beard mengatakan kedutaan menghingbau semua warga negara Amerika agar segera berangkat secepatnya.

Tuan Beard mengatakan “Dalam waktu 30 hari akan diberikan kelonggaran untuk warga Amerika yang ada di Korea Utara sebagai Turis atau Pekerjaan Kemanusiaan.” Simon Cocerill dari Koryo Tours mengatakan kepada wartawan bahwa mereka telah dihubungi oleh kedutaan Swedia. Dia mengatakan agen travel tetap akan melakukan tour dan membawa warga Amerika sampai hari dimana pelarangan itu telah dilaksanakan.

Tuan Cockerill mengatakan:” Ini adalah Kerugian untuk industri turis di Amerika  tetapi kerugian  juga untuk negara Korea Utara yang ingin mengetahui seperti apakah Amerika itu”. Korea Utara membuat peraturan yang mempermudah warga Amerika datang pada tahun 2010. Tetapi baru saja adanya momentum pelarangan yang dilakukan Amerika terhadap travel.

Di Bulan May 2 anggota kongres di perkenalkan dengan pengontrolan tagihan kepada Korea Utara untuk memotong atau menghilangkan kurensi asing yang didapat dari Amerika. Seorang Pejabat Senior negara bagian mengatakan bulan lalu sekretaris negara Rex TIllerson sudah mempertimbangkan pelarangan travel sejak bulan April, dan mendapatkan desakan setelah kematian Warmbier.

Otto Warmbier, 22 tahun adalah mahasiswa ekonomi yang ditahan pada 2 Januari 2016 dan mengaku mencoba mengambil tanda propaganda dari sebuah hotel. Kemudian dia dihukum 15 tahun kerja paksa di Korea Utara. Pada Bulan Juni, Korea Utara mengatakan dia sudah dalam keadaan koma selama 1 tahun setelah terjangkit penyakit botulisme.

Dia diterbangkan kembali ke Amerika pada 13 Juni tetapi kemudian meninggal semingu kemudian tanpa ada waktu menyadarkan diri. Keluarga Warmbier menolak informasi penyakit yang diberikan oleh Korea Utara dan mengatakan bahwa Warmbier telah menjadi salah satu korban penyiksaan.

Dilaporkan juga bahwa ada 3 orang Amerika Serikat yang masih dipenjara di Korea Utara:

  1. Kim Dong- Chul, seorang warga Amerika umur 62 tahun yang lahir di Korea Selatan dan dihukum 10 tahun kerja keras pada bulan April 2016 karena mata-mata.
  2.  Professor Korea-Amerika  Kim Sang-Duk (atau Tony Kim) yang ditahan pada bulan April 2017, alasan ditahannya juga belum jelas.
  3. Kim Hak-Song seperti Kim Sang-Duk, bekera di Pyongyang University of Science and Technology (PUST) dan ditahan pada bulan May 2017 karena kecurigaan tingkah laku terhadap Pemerintah

Amerika waktu lalu menuduh Korea Utara menahan warganya agar menggunakan  mereka sebagai budak di dalam negosiasi terhadap Program senjata Nuklir. Ketegangan meningkat bulan ini ketika Korea Utara menyatakan kesuksesan dalam percobaan pertama Intercontinental Ballistic Missile (ICBM) dimana seri percobaan berikutnya menjadi larangan bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Amerika dan Korea Selatan telah melakukan Pelatihan Ballistic Missle dan dikabarkan peringatan keras perang terhadap Korea Utara

 

 

 

Iklan