Harga yang murah untuk memperbaiki Perubahan Iklim

Berita Terupdate Dunia – Hutan Tropis disebelah barat Uganda, rumah bagi para simpanse yang terancam punah, mulai menghilang dengan cepat sebagaiman orang local mulai menebang pohon untuk arang dan menyediakan tempat bagi lahan sawah.

Sekarang, sebuah tim peneliti sudah menunjukkan ada yang sangat mengejutkan murah dan gampang untuk memperlambat pengebangan hutan di Uganda: Hanya dengan membayar pemilik tanah dengan jumlah yang kecil untuk tidak memotong pohon mereka. Studi mereka, diumumkan di Journal Science pada hari Kamis, ditunjukkan dengan cara yang jarang sekali dalam kebijakan lingkungan – mengontrol sebuah eskperimen

Perubahan Iklim

Ide dari membayar orang di negara yang lebih miskin untuk melindungi hutan mereka sudah lama menarik perhatian dari beberapa yang khawatir tentang perubahan iklim. PBB sudah membuat sebuah program yang bernama ( REDD Plus  – Reducing Emissions from Deforestation and forest Degradation), untuk mengumpulkan $10 Miliar dari donor yang kaya seperti Norwegia da Jepang kepada negara yang lebih miskin untuk memperlambat penggundulan hutan.

Ide ini sangat simpel: Ketika pohon di tebang dan membusuk atau terbakar, mereka akan mengeluarkan gas Carbondioksida dan kemudian menggempul ke udara. Menjaga agar tetap hidup dapat membantu memperlambat pemanasan global.

Baca Juga Skandal Kekerasan Seksual Vatikan

Tetapi banyak sekali ahli yang meragukan program ” pembayaran untuk servis ekosistem” bisa berjalan. Bagaimana orang bisa tau uang tersebut akan mengalir ke orang yang akan mempertahankan hutan mereka? Bagaimana apabila orang yang mengambil uang tersebut melindungi tanah mereka tetapi kemudian pergi untuk memotong pohon di tempat lain?

“Kecuali kamu membuat percobaan acak, dimana kamu harus berhati hati dalam membandingkan orang yang mengikuti program dengan orang yang tidak mengikuti program, itu sangat sulit diketahui apakah akan mempunyai efek” kata Seema Jayachandran, seorang pakar ekonomi di Northwestern University dan menjadi pemimpin dalam studi ini.

TeamNya secara acak memilih 60 desa di Hoima dan sebelah utara Kibaale  kabupaten Uganda dan menawarkan pemiliknya bagi tanah yang memiliki hutan akan diberikan $11.20 setiap acrenya jikalau mereka tidak memotong pohonnya. Dengan menggunakan satelit gambar, mereka bisa membandingkan apa yang terjadi di desa tersebut terhadap 60 desa lainnya yang tidak ditawarkan pembayaran.

Baca Juga Sedikitnya 18 orang Meninggal dalam Pemboman Mobil di Damaskus

Setelah 2 tahun, mereka melihat yang tertutup hutan berkurang 9.1%  pada desa yang tidak ditawarkan . Tetapi desa yang ditawarkan pembayaran hanya berkurang 4.2%. Penelitian lanjut menunjukkan penggundulan hutan bukan hanya pemindahan ke daerah yang lebih dekat.

Para peneliti menghitung bahwa program tersebut benar benar hanya mengeluarkan biaya yang kecil untuk memperlambat perubahan iklim. meskipun mereka beranggapan bahwa penggundulan hutan akan kembali setelah satu atau dua tahun setelah program tersebut berhenti, keuntungan dari memperlambat keluarnya Karbon dioksida di atmosfer menjadi $1.11 per Ton, dengan menggunakan Environmental Protection Agency perkiraan dari kerusakan iklim. itu jauh melewati biaya program dari 46 cent per ton dari karbon dioksida, dimana lebih murah berkali kali lipat dari harga subsidi panel solar atau mobil elektrik di negara yang kaya.

Sumber:

Baca Berita Terupdate Dunia lainnya hanya di https://rajapoker99.wordpress.com

Iklan