Sedikitnya 18 orang Meninggal dalam Pemboman Mobil di Damaskus

https://rajapoker99.wordpress.com – Serangkaian ledakan bom mobil mengguncang ibukota Suriah, Damaskus, dini hari Minggu, menewaskan sedikitnya 18 orang dan menyoroti kesenjangan keamanan di beberapa bagian negara yang dikendalikan oleh Presiden Bashar al-Assad, menurut sebuah kelompok pemantau oposisi.

Seorang pembom bunuh diri meledakkan mobil yang dia kendarai di dekat jantung kota Damaskus setelah dikelilingi oleh pasukan keamanan, sementara dua bom mobil lainnya diledakkan setelah pasukan keamanan mencoba mencegat kendaraan di pinggir kota.

Instalasi negara Suriah melaporkan delapan korban tewas dan 13 lainnya cedera, namun Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sebuah kelompok pemantau oposisi yang berbasis di Inggris, melaporkan bahwa 18 korban tewas, termasuk tiga penyerang.

Serangan tersebut terjadi pada hari kerja penuh pertama setelah liburan Idul Fitri menandai berakhirnya bulan puasa Ramadhan.

Tidak ada kelompok yang segera mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, namun kedua jihadis dari Negara Islam dan militan yang terkait dengan Al Qaeda telah mengklaim serangan baru-baru ini di dalam kota di masa lalu. Serangan bom pada bulan Maret yang ditargetkan bus membawa peziarah dan sebuah gedung peradilan di dekat pusat kota menewaskan puluhan orang.

Ledakan itu terjadi saat Assad memperkokoh penguasaannya atas sebagian besar kota utama Suriah, di mana sebagian besar penduduk negara tersebut tinggal. Tapi kontrol itu datang dengan biaya tinggi, dengan ekonomi negara itu sangat terganggu dan banyak kota dan lingkungan hancur.

Lebih dari setengah populasi paus di Suriah yang berjumlah 22 juta telah mengungsi sejak dimulainya perang saudara di tahun 2011, dan jutaan orang Siria telah mencari perlindungan di negara-negara tetangga.

Pasukan Assad telah berjuang untuk menjaga keamanan di daerah-daerah yang berada di bawah kendali mereka sambil terus memerangi pemberontak yang mencari penggulingan Assad serta kelompok jihad yang telah melumpuhkan kekacauan perang untuk merebut wilayah dan melakukan operasi.

Iklan